Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Jumat, 02 Oktober 2015

Tahap Kehidupan

Menjalani tahap demi tahap kehidupan, sayangnya memang tak seindah yang kita kira. Kerikil selalu ada disetiap tempat, dan disitulah kita diuji sebagai layaknya seorang manusia.
Syukur yang mendalam tentu selalu saya panjatkan, saya bisa lulus lebih dulu dengan predikat cumlaude, mungkin orang tua saya bangga dengan hal tersebut. Tapi sebentar, rasanya saya tidak ingin melaju terlalu cepat :'D. Tawa, canda teman- teman mahasiswa masih terngiang dimata saya. Betapa bahagianya, kebiasaan pagi yang menegangkan bersama kawan, lari-lari menuju ruangan dengan tentengan sari roti dan ultramilk di setiap jam 7 pagi. Rasanya saya masih ingin dengan hal yang seperti itu.
Mereka, bahkan terlalu baik kalau sekedar menjadi teman saya.

Belum lagi rekan - rekan satu pekerjaan yang selalu ada untuk saya. Rasanya pusing saat mengerjakan tugas kuliah pun menjadi enteng. Hampir setiap hari setiap jam satu siang, keluar kelas saya langsung bergegas menuju ke halte damri untuk berangkat siaran. Ya kurang lebih sekitar satu jam dari kampus untuk menuju ke TVRI. Sedikit berat, tapi menyenangkan. lari-larian antara tugas kuliah dan tugas kantor, saya masih rindu kala itu.

Tapi ya memang begini lah tahap demi tahap kehidupan yang harus dijalani. Tempat baru, suasana baru, yang muungkin masih sangat asing untuk kita...

0 komentar:

Posting Komentar