“aku bingung harus beralasan apa jika orang-orang bertanya mengapa masih mengingatmu, mengapa masih bercerita tentangmu, dan mengapa masih rindu. mungkin mereka hanya tidak pernah jadi aku, yang dulu pernah begitu merasa aman dimiliki kamu.”
Takdir yang mempertemukanku denganmu dan hadirkan cinta di hatiku. Dan biarkanlah takdir juga yang menjawab semua akhir dari kisah cintaku ini. Seperti apapun, aku rela menerima”
Aku selalu ingat apa yang telah dia katakan “ Aku Mencintaimu , sesederhana itu “ dan aku juga ingin membuktikan padanya, bahwa “bahagia itu sederhana “ . Bahagia itu sederhana salah satu bahagia yang paling sederhana, aku dapat darinya. sederhananya, kebahagiaan yang instan. bahagia itu sederhana. seperti saat melihatnya menyapa aku terlebih dahulu di chat facebook. melihat tulisan “typing…” pada layar chat yang menandakan dia sedang sibuk membalas chat kepadaku.
bahagia itu sederhana. seperti pada saat smsnya masuk ke inbox aku tanpa aku harus mengirim sms terlebih dahulu.
bahagia itu sederhana. seperti pada saat dia mengucapkan “selamat pagi” melalui pesan singkat dengan emotikon senyum.
bahagia itu sederhana.
seperti pada saat aku bisa memandangi punggungnya dari belakang, saat dia memperbolehkan aku naik ke motornya.
bahagia itu sederhana.
seperti pada saat aku bisa berpegangan pada punggungnya , saat akan turun dari motor..
bahagia itu sederhana.
seperti pada saat melihat dia tertawa mendengar lelucon yang aku buat. aku menyukai suara dan wajahnya saat tertawa. gigi-gigi putihnya yang berjajar rapi. aku suka sekali.
bahagia itu sederhana.
seperti pada saat kamu mengkhawatirkan aku, walaupun tidak berkata langsung kepada aku.
bahagia itu sederhana.
seperti pada saat kamu memegang tangan aku saat berjabat tangan. kamu tahu? seperti ada monster yang meronta-ronta di dalam diri aku.
bahagia itu sederhana.
seperti pada saat kamu mulai mengajak aku menghabiskan pagi hari bersama-sama ditempat dimana kita bisa terus bersama