Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Senin, 13 Mei 2013

Favorite Female




aku ingin bercerita didalam blogku ini.
ya, kali ini aku akan menceritakan tentang aku dan wanita paling hebat yang pernah ku kenal dalam hidupku. Aku sadar selama ini aku banyak sekali membuat hatinya terluka entah karena perkataanku atau bahkan perlakuanku yang kasar.Tapi kini aku sadar bahwa aku sangat mengagumi dan mencintainya.
Aku sebenernya menyesal ketika aku harus menceritakan masa laluku yang ah ! aku sangat tidak menyukai untuk mengingatnya karena aku tak ingin melukai Ibu.
Aku bersyukur dilahirkan dari keluarga yang sangat mapan. Dan saat aku dilahirkan aku bersyukur mempunyai ayah dan Ibu yang mempunyai pekerjaan tetap dan bisa mencukupi segala kebutuhanku dengan sangat maksimal. Namun aku tak seterusnya melakukan itu, disaat itu aku beranjak diusia SD aku ingat bagaimana aku membentak Ibu dan melakukan hal buruk kepada Ibu karena Ibu memberikan ku seorang adik. Aku sangat tidak menyukainya, karena aku hanya ingin menjadi orang yang paling bahagia diantara yang lainnya karena mendapat kasih sayang dan fasilitas yang sepenuhnya dari orang tuaku. Terlebih saat itu keuangan dikeluargaku sedang tidak baik karena ayahku kurang bisa mengoptimalkan bisnis turunan dari buyutku dan akhirnya saat itu pun kami bangkrut dan tidak seperti dulu. Aku merasakan perubahan yang drastis dalam hidupku. Tidak semuanya yang aku inginkan bisa dengan mudah aku dapatkan seperti dulu. Aku hanya bisa mengeluh dan mengeluh akan hal itu. Aku selalu marah terutama marah pada ibuku. Aku sangat membuat beliau terluka padahal beliau selalu memberikan yang terbaik untukku. Aku ingat saat aku menginjak di usia SD. Bagaimana aku memperlakukan Ibuku saat itu, aku selalu marah ketika Ibu menjemputku dengan sepeda kayuhnya. Aku sangat malu dengan teman-temanku dan aku selalu mengatakannya pada Ibu. Tak peduli betapa sakitnya hati Ibu saat itu. Tapi Ibu selalu berkata " Jangan jadi seperti Ibu yang hanya bisa membuat anaknya malu karena hanya mampu menjemput dengan sepeda kayuh" saat ini aku sadar betapa tidak bersyukurnya aku saat itu memiliki ibu yang ssngat menyayangiku dan sabar menghadapi kemarahanku. Ibu melakukannya setiap hari, dan setiap hari pula aku selalu marah pada Ibu. walaupun begitu Ibuku tidak pernah seharipun melewatkan untuk menemani aku belajar hingga pada akhirnya aku bisa menjadi juara pertama pada saat Ujian Nasional Sekolah Dasar di Tingkat Kecamatan dengan nilai yang amat sangat memuaskan. Itu semua berkat Ibu.
Saat menginjak di SMP hidupku menjadi lebih baik, walaupun aku selalu menuntut ini dan itu tapi aku mulai sadar akan keadaanku. AKu tidak lagi egois. Aku diajarkan untuk selalu berusaha demi mendapatkan apa yang aku mau. Ibuku selalu berkata aku harus jauh lebih baik dari Ibu. hingga akhirnya aku bisa tiga tahun berturut-turut tidak pernah lepas dari juara kelas. Sejak saat itu aku berfikir untuk ingin berubah menjadi seseorang yang maju dan bisa berguna sehingga bisa mengangkat derajat keluarga ku. Aku memutuskan untuk bersekolah di Kota dan jauh dari Ibu. Betapa bersyukurnya aku saat itu, saat pertama kali aku menjadi anak kost segalanya telah dipersiapkan oleh ibu. dari hal yang paling penting sampai hal paling kecil sekalipun. saat itu juga aku mulai berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik agar bisa menjadi anak yang dibanggakan. AKu mulai sadar betapa sayangnya ibu kepadaku ialah saat aku mulai mengenal laki-laki, ya aku mulai mengenal cinta. Dan aku tersakiti. Aku selalu menangis setiap hari dan aku sadar ketika aku menangis saat itu ada yang lebih menangis yaitu Ibu, Ibu selalu berkata padanya " tolong jangan sakiti anakku, selama ini dia sudah terlalu sakit tidak sebahagia teman - teman seusianya jangan menambah beban untuk anakku".
Aku sadar betapa sayangnya Ibu kepadaku. Ibu selalu berkata " kenapa bajumu itu-itu saja ? sebenernya aku ingin membelikanmu tapi kamu tau sendiri bagaimana keadaannya ", hatiku seperti teriris ketika aku mendengarkan kalimat yang seperti itu. Karena faktanya saat itu aku tak memikirkan hal se detail itu tentang diriku sendiri, Hingga akhirnya keadaan keluargaku membaik, sangat lebih baik dari sebelum sebelumnya dan aku memutuskan untuk bersekolah sangat jauh dari Ibu. Aku sengaja bersekolah di Bandung karena aku ingin mendapatkan banyak link disini, agar bisa membahagiakan Ibu dan mengajak Ibu di VOA bersamaku kelak. Aku bahagia ketika aku mendengar Ibu menceritakan berbagai prestasiku disini kepada teman -temannya. Bagaimana aku memenangkan berbagai perlombaan presenter, diterima di prambors radio, ah semua itu sebenarnya masih sangat kurang untuk menebus kesalahanku dulu. tapi aku selalu bersyukur Itu semua tidak lepas dari segala fasilitas dan kasih sayang yang diberikan oleh Orang Tuaku sekarang. AKU SANGAT BERSYUKUR DAN MENCINTAI HIDUPKU SAAT INI. AKU INGIN SELALU BERJUANG UNTUK MENGGAPAI CITA-CITAKU.