Jumat, 05 Oktober 2012
Caisa{R} !
Hai ...Caisa{R} ?
Apa kabar ?
Oh bukan-bukan, harusnya bukan kalimat itu yang aku lontarkan sebagai perwakilan ucapan senjaku padamu ..
Hai Caisa{R} aku merindukanmu ...
Tidak ! harusnya mungkin itu. Tapi aku fikir itu terlalu tidak mungkin untuk ku katakan jujur padamu .
Sudah lama ya kita tak saling tatap muka .
Bukan bertemu sebagai Caisa{R}yang sering jalan sama beberapa perempuan seperti sekarang ini maksudku. Tapi sebagai Caisa{R}-ku yang dulu ..
Caisa{R}yang selalu merapikan anak-anak rambutku yang tak tertata rapi di sekitar telingaku. Aku suka caramu memperlakukanku seperti ini, seolah kamu adalah Eugene dan aku adalah Rapunzel.
Kau sempat mengecup keningku, dan mengusap lembut rambutku, sebelum kau beranjak pergi. Lagi.
Terlalu maya ?
Mungkin iya,
Kau selalu berkata " Jangan lagi merindukanku "
Hey ! apa itu mungkin ?
Kamu terlalu indah untuk tidak aku rindukan,
Bukan kamu , tapi kita.
Di luar, kau terkesan dingin dan seolah tak peduli pada apapun yang terjadi di sekitarmu, bahkan tetes air pun seolah tak kau dengarkan.
Tapi aku tahu, itu bukan kamu.
Itu hanya bayangan dari sikap keegoisanmu bukan ?
Kau tau ?
Aku membenci sikapmu yang sekarang,
AKu benci sikapmu yang selalu bisa menarik hati perempuan lain,
Di antara kalian, sebenarnya. Lucu bagaimana kalian bertarung, saling mengejar satu sama lain.
Tapi kemudian kau akan mengejarku. Kita bermain bersama. Lagi.
Kemudian kau pergi. Lagi. Seru.
Tapi apakah selalu harus seperti ini sayang ?
Aku lelah selalu merindukanmu secara diam-diam
AKu lelah ketika kita harus pergi ke suatu tempat dimana tidak satupun terdapat orang lain selain kita.
Bukan karena kamu ingin terkesan lebih romantis, tapi karena kamu tidak cukup berani untuk mengambil suatu resiko atas ini semua .
Aku benci kamu yang sekarang ini
“Aku harus pergi,” katamu. Sorot matamu mengharapkan belas kasihanku, mengharapkan pengertianku. Aku tak suka tatapanmu itu. Aku sama sekali tak suka...
“Hanya sebentar. Aku tak akan lama, nanti ku lanjutkan lagi.” Kemudian kau pergi.


0 komentar:
Posting Komentar