Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Sabtu, 18 Juni 2011

Damn is true

Singkat cerita, ini tentang sebuah fenomena yang terjadi dalam diriku . Tentang cinta. Tentang kisah – kasih yang aku alami sejak kecil hingga aku mulai tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang akan menginjak usia dewasa.
Pertama kali aku mengenal cinta, aku sedikit canggung dengan kata ini, apalagi saat di bangku sekolah dasar, aku sering sekali mendengar kata “yang ?” . Iya, sebuah kata yang menurutku itu aneh, awalnya yang aku tahu “yang “ itu kata sambung , benar ? . Tapi faktanya “yang” itu merupakan panggilan sayang.
Kelas empat SD , diusiaku yang masih delapan tahun aku mulai merasakan apa yang dinamakan ketertarikan antar lawan jenis. Lebih tepatnya aku mulai menyukai seseorang. Aku menyukai semua yang ada dalam dirinya, mulai dari gaya bicaranya hingga cara berpakaiannya. Namun aku masih lugu, perlahan aku mulai berusaha menghilangkan perasaan ini . Karena ternyata teman dekatku sendiri juga suka kepadanya. Dan dia lebih daripada aku, sejak saat itu aku berfikir jika dia bersama sahabatku pasti dia akan lebih bahagia. Walaupun faktanya aku sedih melihat mereka .
Rasa ini mulai pudar sejak aku duduk di bangku kelas dua SMP. Saat aku mulai dekat dengan seseorang . Saat aku mulai merasakan sayang untuk yang kedua kalinya dengan seseorang . Ini semua berawal dari sebuah permusuhan . Dia yang sangat jail membuatku membencinya, namun entahlah kenapa kita jadi saling suka. Dua bulan bersamanya, sepertinya aku sama sekali tidak merasakan hal yang berbeda pada diri aku. Aku punya kekasih , tapi jangankan jalan bareng layaknya pemuda jaman sekarang, ngobrol sama dia aku pun jarang  . Disaat ini lah aku mulai bertanya dalam hati, apakah ini yang dinamakan cinta ? lantas, apa istimewa cinta itu ?
Kelas tiga SMP disaat usiaku menginjak 13 tahun, aku merasakannya lagi, merasa senang diperhatikan, senang dipuji, disanjung dan itulah yang membuat aku menyukainya. Awalnya kita saling kenal lewat friendster, padahal kita satu sekolaah , tapi aku sama sekali nggak kenal dia. Namun, ini semua terlalu cepat, baru dua minggu aku dekat dengannya aku udah ditembak. Pagi-pagi dia datang dan menarikku kebelakang perpustakaan Cuma buat bilang sayang . 05 Mei kita jadian . Tapi karena keegoisanku dua minggu kita jadian aku minta putus. Dan ini tepat dihari ualng tahunnya. Iya aku emang jahat. Tapi percayalah ini semua demi kebaikan kita. Karena disaat yang sama aku jatuh hati dengan sahabatku sendiri dan aku nggak mau nyakitin dia dengan boongin perasaannya.
Kata ibu inilah yang dinamakan cinta, aku mulai melakukan hal-hal yang membuatnya senang, berkorban apapun demi dia. Namun satu yang menghalangi itu semua . kita beda agama . Dan aku juga faham kita cuma bisa sebatas sahabat .
Sampai pada akhirnya aku masuk Sekolah Menengah Atas. Aku memutuskan untuk mengikuti organisasi di sekolahku, mulai dari Pasukan Inti, Wikarya, sampai aku menjadi seorang Sekretaris OSIS . Awalnya itu semua aku lakuin supaya aku bisa lupain dia. Tapi itu mustahil  .
SMA , orang-orang bilang itu masa yang menyenangkan. Tapi aku tidak merasakannya. Kakakku selalu bilang, “ jelas aja kamu kan gak punya pacar. “ tapi aku selalu mengabaikan ocehan itu. Aku terus asyik dengan organisasiku.
Hingga suatu hari , saat tuhan mempertemukan aku dengannya. Saat dimana aku mulai merasakan apa yang dinamakan cinta. Tentang tiga hal , Pengertian, Pengorbanan , dan Kesetiaan :’). Itu semua berawal dari Ulang Tahunku yang ke 16 . 19 September 2010, satu hari sebelum aku beranjak 16 tahun, aku berharap diulang tahunku aku akan mendapatkan sesuatu yang spesial. Namun entahlah, hari itu facebookku tiba-tiba dihack . Dan aku berfikir bahwa harapanku sirna. Nothing spesial .
Tapi sungguh tuhanlah pembuat skenario yang paling baik :’) tanpa sadar sejak hari itu aku dipertemukan dengannya . Berawal dari facebook baruku .
Dan dia adalah kakak kelasku. Tepatnya tiga tahun lebih tua dari aku. Sama sekali tidak terlintas dibenakku bahwa ucapan selamat darinya merupakan awal dari hubungan kita.
Awalnya kita pernah bertemu dalam suatu meeting disekolahku. Aku ingat saat itu dia mengenakan kemeja warna ungu . Dengan jam tangan hitam melekat di tangannya. Dan pertemuan itu berlanjut satu minggu setelah hari ulang tahunku. Diacara yang sama pula. Dia datang dengan kemeja putihnya. Entah, saat itu perhatianku hanya tertuju padanya, jujur aku sama sekali nggak konsen diacara. Pertemuan hari itu berakhir dengan jabat tangan .
Sejak saat itu kita semakin dekat, padahal sebenarnya aku tahu bahwa dia “masih punya kekasih” tapi aku terus berharap padanya, walaupun aku tau mungkin aku hanya dianggap adik olehnya namun setidaknya dekat dengannya saja aku sudah senang pada saat itu.
Inget banget, gimana senengnya aku pas dapet kabar kalo dia putus. Tapi sempat takut banget kalo ternyata aku yang menyebabkan semua itu. Tapi aku lega setelah dia bilang itu semua bukan karenaku, karena memang pada saat itu dia tidak menaruh hati padaku.
Satu Oktober, untuk pertama kalinya aku keluar berdua dengannya, perasaan canggung tetap ada . Masih inget, betapa geroginya aku hingga aku tak sadar jam tangan yang kukenakan ternyata terbalik. Dan aku baru menyadarinya ketika kami pulang. Malam itu, sempet sedih juga karena dia bilang “ sampai saat ini pun mantanku masih berlian dihatiku. “ rasanya kaya udah pupus gitu harapanku. Entah, sejak saat itu malah muncul niatku ingin membuatnya selalu tersenyum.
Kedekatan kami berlanjut hingga kita jadian . Sungguh, baru pertama kali dalam hidupku aku disanjung seperti ini . Aku benar-benar merasa spesial  . Walaupun awalnya aku sempat ragu karena harus long distance dan dia baru 2 minggu putus. Tapi aku selalu membuang jauh kekhawatiranku itu. Aku percaya padanya.
Merupakan anugerah bagiku bisa dipertemukan dengannya. Hanya satu yang ada dibenakku . “ Aku takut kehilangannya, aku takut jika suatu hari nanti disaat aku benar-benar sayang padanya aku ditinggalkannya seperti apa yang dilakukan kekasih sahabatku pada sahabatku.” Namun aku terus meyakinkan diriku, dia tidak akan pergi, tetapi jika benar suatu saat nanti dia pergi, dia pasti akan kembali.

Tiga bulan pacaran aku dan dia sama sekali belum pernah berantem. Aku selalu bahagia saat dengannya, namun jujur sempat ada perasaan takut karena sama sekali belum pernah ada masalah antara aku dan dia. Malahan aku udah sempet deket dengan keluarganya. Iya, aku bahagia bisa bersamanya. Bagiku memilikinya merupakan anugerah.
Tahun baru 2011, sangat bahagia karena ini merupakan pertamakalinya aku merayakan tahun baru dengan orang yang aku sayang. Bisa melihat gemerlapnya kembang api dan indahnya suara terompet yang berkumandang merupakan kebahagiaan yang tak dapat ku uraikan dalam kata-kata.
Namun kebahagiaan itu sirna dalam sekejap. Iya, itu semua karena aku. Karena aku yang tidak bisa memahami dia . Karena aku yang telah membuatnya kecewa.
Tapi jujur, sama sekali nggak ada niat buat nglakuin hal itu. Itu semua berawal dari sebuah kebohongan.
Disaat aku bimbang . Detik itu dia hendak mengantarku pulang kerumah . Namun seketika aku menolaknya, bukannya enggan atau gimana tapi aku kasihan . Rumahku jauh, dan aku tau saat itu dia dalam kondisi lelah, walaupun dia bersikeras mengantarku tapi aku tetap saja menolaknya .
Disaat yang sama mantan kekasihku menawariku tumpangan, karena memang rumah kita satu arah dan berdekatan, awalnya aku menolak walaupun sebenarnya antara aku dan dia sama sekali tidak ada rasa tapi tetap saja aku takut jika terjadi sesuatu.
Awalnya aku sempat bilang sama kekasihku kalo aku ditawarin tumpangan, tapi aku mengatakan bahwa aku menolaknya.
Kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan pada saat itu. Entah, tiba-tiba aku meng-iya-kan ajakan mantanku , tanpa bilang kekasihku, mungkin karena aku beranggapan kita sudah tidak ada hubungan lagi, jadi aku pikir tidak ada salahnya jika aku bersamanya. Selain itu kendaraan yang aku tumpangi sesak dengan penumpang, sehingga aku memutuskan untuk turun dan meng-iya-kan ajakannya.
Aku jahat . Jelas, saat itu aku menyembunyikan semua itu , aku sama sekali tidak ingin membuat kekasihku sakit hati dan berfikir yang negative tentang aku. Tapi itulaah yang menyebabkan kehancuran .
Sungguh ini semua diluar dugaaan, satu minggu setelah kejadian itu, pacarku tau semua yang aku sembunyikan, Entah, saat itu aku sangat merasa kacau, aku marah pada diriku sendiri dan aku sangat menyesal.
Bahagianya aku karena pacarku sempat memahamiku. Namun itu Cuma bertahan satu bulan . setelah itu dia memilih untuk mengakhiri hubungan denganku.
Aku hancur. Jelas.
Sulit banget buat aku lupain dia .
hingga pada suatu hari, aku mendengar kabar yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan . Dan ternyata dia tega melakukannya .
entah, apa yang harus aku lakukan sekarang .
menunggu ? padahal dia sama sekali tidak mengharap kembali ?
atau kah move on ? padahal jangankan move on , berhenti untuk tidak memikirkannya saja aku tak sanggup .

0 komentar:

Posting Komentar