Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Minggu, 17 April 2011

HIDUPKU BERAKHIR DENGAN NARKOBA



“HIDUPKU BERAKHIR DENGAN NARKOBA”

“ Bersenang-senanglah sepuasnya biarkan disini ku menyendiri…….”
Terdengar alarm berbunyi dari handphone Yusuf. Segera ia mematikan alarm dihandphonenya dan bergegas menuju ke sekolahnya. Yusuf adalah seorang anak kelas XI di salah satu SMA favorit di Semarang. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara.
“ Ma, hari ini aku ada jam tambahan, jadi aku nggak bisa nganter Osi dulu!!!” triak Yusuf sambil berlari mengambil roti di meja makan. Osi adalah adik perempuan Yusuf yang masih duduk di kelas 3 SMP. “ hmmm,,, iya, kebiasaan deh kamu nak, dimakan dulu kuenya jangan lari sambil makan ,”sahut mama Yusuf. “ Ahh, lama ! keburu telat, berangkat dulu ya ma!” triak Yusuf lagi.
“Tettt...tett”, bel masuk pun berbunyi, Yusuf segera berlari menuju kekelasnya. Hari ini hasil tes tengah semester dibagikan, oleh karena itu ada jam tambahan di kelas Yusuf.
“Hebat banget ya loe ?kok bisa sih nilaimu sempurna kaya gini ?”Tanya Andra. Andra adalah sahabat Yusuf sejak kecil, mulai dari SD sampai dengan SMA mereka selalu bersama. “ Biasa aja bro, kaya kamu nggak pernah dapet nilai sempurna aja !”jawab Yusuf dengan senyumnya yang manis.
“Tettt…tettt...”bel pulang pun berbunyi Yusuf segera bergegas untuk menjemput adiknya . “ Kak Yusuf ! tumben on time? biasanya Osi harus nunggu setengah jam dulu, huhuhu .” sahut Osi sambil membuka pintu mobil Yusuf.” Ah kamu dek, kalo telat diceramahin, tapi kalo kakak jemputnya nggak telat aja kamu seraya ngledek !”jawab Yusuf sambil ,membunyikan mesin mobilnya.
“Kakak, Stop !”triak Osi dengan tiba-tiba, “ ada apa sih Os, ngagetin kakak aja, kamu kenapa ?”sahut Yusuf. “ Kak Yusuf liat dulu deh, itu ayah kan ?”Tanya Osi. “Mana dek?”Tanya Yusuf balik. “ Kak, pokoknya kita harus kesana, aku yakin itu ayah kak.”pinta Osi. “Mana mungkin dek itu ayah, ayah kan lagi kerja, lagipula ngapain ayah sama perempuan mesra kaya gitu, ngaco kamu !”jawab Yusuf dengan muka tidak percaya.
Tiba-tiba Osi membuka pintu mobil dan berlari menghampiri laki-laki itu. “Ayah, !!”triak Osi ketika melihat Ayahnya sedang berciuman dengan wanita lain. “Ayah, ayah siapa wanita ini ayah?”Tanya Osi dengan meneteskan air matanya. Belum sampai menjawab, tiba-tiba Yusuf datang dan menampar ayahnya sendiri. “Ayah ! apa-apaan ini ?Yusuf sama sekali nggak habis pikir kalo ayah telah melakukan semua ini ! Aku benci ayah!”triak Yusuf sambil bergegas meninggalkan ayahnya pergi bersama dengan Osi.
“Osi, udah diam dek, jangan nangis terus, dek tolong jangan bilang hal ini sama mama ya ? kakak nggak mau kalo mama jadi sedih, udah ya Osi jangan nangis lagi,”kata Yusuf menenangkan hati adiknya.
“Tapi kak? Aku kecewa sama ayah :’( kenapa ayah tega nglakuin itu semua kak?”Tanya Osi sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.”Adek, udah ya jangan bahas itu lagi, kakak juga kecewa, tapi kakak akan lebih kecewa kalo kakak melihat kamu menangis.” Jawab Yusuf seraya menghibur Osi.
“Lho, ada apa ini? Yusuf kenapa Osi nangis ?” Tanya mama Yusuf.”hmm, gini mah tadi dia ulangan dapet jelek jadi harus ngulang deh ma, jangan dimarahin ya?”jawab Yusuf sambil menahan kekecewaannya.” Oo gitu, iya deh, yaudah mama mau ke kantor papa dulu ya?”sahut mama Yusuf sambil keluar menuju garasi.
“Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan?kenapa kau beri cobaan yang berat bagi keluargaku, ya tuhan aku tak ingin keluargaku yang harmoni ini, menjadi keluarga yang hancur.”kata Yusuf dalam hati.
“ Permisi, bisa bertemu dengan suami saya?”Tanya mama Yusuf kepada salah satu pegawai kantor.”Oh, Pak Bambang bu ?maaf bu, Pak Bambang sedang ada meeting, mungkin selesai sekitar 2 jam lagi, silahkan tunggu di ruang tunggu atau dapat meninggalkan pesan untuk Pak Bambang.”jawab pegawai itu.”Oh ya terima kasih, saya akan menunggu diruang tunggu.”sahut mama Yusuf.
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil di luar kantor, segera Mama Yusuf keluar untuk memastikan apakah suaminya sudah datang. Tetapi belum sampai meyapa suaminya, ia sudah tidak berdaya lagi, air matanya mengalir dengan derasnya, ketika melihat suaminya sedang menggandeng wanita lain.
“Apa – apaan ini yah !siapa wanita ini!!”triak Mama Yusuf sambil meneteskan air mata. “Tunggu ma, dengarkan penjelasanku dulu, dia ini, dia ini, dia ini...”belum sampai selesai Mama Yusuf menampar wanita itu dan seketika pergi meninggalkan suaminya dan wanita itu.
Sejak saat itu, hubungan antara Ayah Yusuf dan Mama Yusuf tidak harmonis, setiap hari mereka selalu bertengkar dan saling menyalahkan.
Bahkan, sekarang Mama Yusuf sudah memiliki laki-laki lain, begitu juga dengan ayah Yusuf, dia juga tidak mau kalah dengan Istrinya.
Sejak saat itu, Kedua Orang Tua Yusuf tidak pernah memperhatikan Yusuf dan Osi. Kini mereka berdua menjadi anak yang kurang kasih sayang.
Osi tumbuh menjadi gadis remaja yang salah pergaulan. Dan Yusuf kini menjadi anak brandalan yang prestasinya menurun dengan drastis.
Hingga suatu hari....
“Hey , kau ! ngapain kau melamun sendirian, bukankah seharusnya kau itu belajar di Sekolah? kenapa kau malah disungai ini?” tanya seorang pemuda kepada Yusuf. “ Saya sudah tidak sekolah bang ! sekolah itu hanya menambah beban dalam hidup saya, sama saja saya bersekolah atau enggak, orang tua saya tidak pernah peduli dengan saya ! mereka sibuk dengan dunia mereka masing – masing, bahkan jika saya mati pun mereka tidak akan peduli !” Jawab Yusuf sambil melemparkan batu ke sungai.
“ Ha. . ha. . .ha . . ! betul juga , daripada kau setres memikirkan orang tua kau yang tak pernah peduli dengan kau, mendingan kau dugem sama aku dan kawan – kawan !ha. . ha. . ha. . “kata pemuda itu kepada Yusuf.
“Dugem? Apa itu bang ?saya baru dengar kata-kata itu ?”tanya Yusuf kepada pemuda itu. “ Malang sekali nasib kau, kau ini pemuda tampan tetapi belum pernah mendengar bahkan melakukan dugem !ha. . ha. . ha . . baiklah jika kau mau, datanglah ke cafe dibelakang stasiun, asal kau tau saja, dengan dugem, kau dapat melupakan semua masalahmu, dan kau akan merasa senang wahai pemuda tampan.”jawab Pemuda itu. “Baiklah bang, nanti malam saya akan datang ke tempat itu, perkenalkan nama saya Yusuf bang. “sahut Yusuf lagi. “ Baiklah , akan ku tunggu kedatanganmu,”kata pemuda itu sambil pergi meninggalkan Yusuf.
Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB, secepatnya Yusuf mendatangi cafe dibelakang Stasiun itu, “Tempat apa ini ?”tanya Yusuf dalam hati , sambil tertegun memandang keadaan ditempat itu.”Ha. .ha. . ha , akhirnya kau datang juga Yusuf ! kemarilah,”sapa pemuda tadi kepada Yusuf.
“Apa yang harus saya lakukan supaya saya dapat melupakan semua masalah saya bang?”tanya Yusuf terheran-heran.”Baiklah, cobalah kau minum ini, dengan ini, masalah dikepalamu akan menghilang !Ha. . ha. . ha. .”jawab pemuda itu.
Setelah meminum alkohol, Yusuf merasa masalahnya terlupakan, hingga akhirnya alkohol menjadi minumannya setiap hari. Kini, setiap hari ia datang di Cafe ini untuk membeli Alkohol.
Bukan hanya itu saja, sekarang Yusuf menjadi seorang perokok, dan ia mulai mengkonsumsi narkoba.
Yusuf selalu meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli narkoba. Bahkan, uang pembayaran sekolahnya dipakai untuk membeli narkoba.
Hingga pada suatu hari, Kepala Sekolah memanggil kedua orang tuanya untuk datang ke sekolah membicarakan pembayaran sekolah Yusuf dan prestasi Yusuf yang menurun secara drastis.
Sebelum dipanggil, Andra sahabat Yusuf sudah mencoba untuk menasehati Yusuf tetapi alhasil ia tetap menuruti kemauannya untuk melakukan hal-hal yang negatif.
Setelah orang tua Yusuf dipanggil ke sekolah, mereka merasa sangat menyesal atas perbuatan mereka yang egois dan tidak pernah memikirkan Yusuf dan Osi. Namun bukannya mereka berubah, tetapi mereka justru saling menyalahkan satu sama lain, sampai – sampai pertengkaran besar terjadi di rumah Yusuf.
Osi hanya bisa menangis melihat kedua orang tuanya melempar-lempar perabotan rumah tangga.
Mengetahui hal itu, Yusuf langsung pergi meninggalkan rumahnya dan menuju ke cafe dibelakang stasiun. Semua uang yang dimiliki Yusuf digunakan untuk membeli narkoba, bahkan ia menjual barang – barang elektroniknya demi satu bungkus narkoba.
Namun, setelah tiga hari, Yusuf diusir oleh pemuda – pemuda di cafe karena dia sudah tidak memiliki harta lagi untuk menyewa tempat tinggal dan membeli narkoba.
Sekarang ia menjadi seorang glandangan yang frustasi karena menginginkan narkoba.
Pada suatu hari, Yusuf bertemu dengan ayahnya, dan pada saat itu juga ayahnya memintanya untuk pulang ke rumah.
Akhirnya Yusuf kembali pulang ke rumah, namun kondisinya sangat memprihatinkan, setiap hari dia terlihat sangat pucat dan tubuhnya menggigil, dia selalu ditemukan oleh pembantunya di kamar mandi.
Setelah merasa sangat tidak kuat akhirnya Yusuf memberanikan diri untuk mencuri uang ayahnya yang ada dibrangkas, kemudian dia menggunakan uang tersebut untuk membeli narkoba.
Namun tidak seperti biasanya, setelah mengkonsumsi narkoba dia menjadi segar kembali, tetapi kali ini Yusuf justru merasa kesakitan dan tubuhnya menggigil semua. Dan Yusuf ditemukan dikamar mandi dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Orang tua Yusuf segera membawa Yusuf ke rumah sakit, namun dokter sudah tidak bisa menangani lagi, keadaannya sudah kritis.
Setelah tidak sadarkan diri selama dua jam, akhirnya Yusuf mulai dapat membuka matanya, namun dia sulit sekali untuk berbicara.
Kemudian ia meminta selembar kertas untuk menulis sesuatu, di dalam lembaran tersebut Yusuf menuliskan :
“ Ayah, mama Yusuf sayang kalian, Yusuf nggak ingin liat mama sama ayah berpisah, Osi berhentilah bergaul dengan orang yang tidak benar, kejarlah cita-citamu, Yusuf nggak mau liat keluarga Yusuf HANCUR. Maafkan atas segala kesalahan Yusuf :’) ”


Setelah itu, kedua orang tua Yusuf menangis melihat Yusuf dan tersenyum bangga, begitu juga dengan Osi. Dan disaat itulah Yusuf menghembuskan nafas yang terakhir :’).
Sejak peristiwa itu, kini keluarga mereka kembali menjadi keluarga yang utuh dan harmonis.

TAMAT.

1 komentar:

bachrun@foplokisme.blogspot.com mengatakan...

design blog km bagus ! keep posting ya ! kunjungi jg blogku, ! salam kenal :) !

Posting Komentar